Read more: http://ino-yasha.blogspot.com/2012/08/membuat-title-blog-pada-tab-bergerak.html#ixzz35frO2DuT

Menerapkan Keajaiban Surah Yasin dalam Kehidupan Sehari-hari

Diposkan oleh Caessar cieko dian nishimuraya Minggu, 14 April 2013


"Sungguh aku menginginkan Y�s�n berada di dalam hati setiap insan dari umatku." Hadis Nabi

Wahai Muslim!
Hidupmu tidak kausadari
Dengan kebijakan Qurani
Kitab pangkal hidupmu
Kitab sumber kekuatanmu
Tidak datang kepadamu
Kecuali ketika ajal hampir menjemputmu
Dibacakan Quran di dekat kepalamu
Quran yang diturunkan
untuk mendatangkan kekuatan dalam kehidupan
Kini dibacakan ‘tuk mengantarkan kematian …
—Muhammad Iqbal

Y� S�n. Bunyi ayat pertama sekaligus nama surah ini merupakan panggilan kesayangan yang khusus Allah berikan kepada setiap hamba yang membacanya. Allah menyeru pembaca “Jantung Alquran” ini untuk berjuang menyebarkan kasih sayang.

Ketika ditimpa berbagai penderitaan, seseorang memerlukan pijakan yang amat kuat, yang kukuh. Ketika dakwah Nabi Muhammad dilecehkan, dan bahkan Nabi sendiri mulai diserang, Surah Yasin diturunkan untuk memperkukuh basis perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kasih sayang, yang sering kali diringkas menjadi penegakan kebenaran.

Tuhan telah memberi kita kemerdekaan. Sayangnya, kita sering menyalahgunakannya. Bahkan, kita acap menggadaikan kemerdekaan itu dengan mengekor pikiran orang lain. Hidup kita pun sekadar peniruan terhadap pikiran orang lain. Hasrat kita hanyalah kutipan belaka. Surah ini memperingatkan kita agar mampu memilih kebenaran dan bisa memanfaatkan hukum ketertarikan untuk kesejahteraan hidup ini.

Surah Yasin juga menyampaikan kabar bahwa dalam kehidupan ini kita senantiasa diiringi oleh utusan-utusan Allah. Utusan-utusan ini mengingatkan umat manusia agar selamat hidupnya. Sayangnya, banyak utusan yang didustakan oleh manusia yang ada di sekitarnya. Sayangnya, banyak pula orang yang minta diakui sebagai utusan Allah. Akhirnya, hidup ini tidak sepi dari konflik kepercayaan dan agama, dan saling menyesatkan.

Sebagai kupasan terakhir pada jilid pertama ini, manusia diajak berpikir untuk menemukan pijakan hitungan peredaran rembulan dan matahari agar sebagai umat Islam mereka bisa hidup bersatu dan damai sejahtera.
Achmad Chodjim membuktikan bahwa Alquran tidak pernah ketinggalan zaman karena dalam buku ini dia mengaitkan Surah Yasin dengan isu aktual, seperti pemanasan global dan kekerasan dalam beragama.

Poskan Komentar